Kefasikan

Oleh : Yusup (Mahasiswa STAIPI Garut)

Seseorang fasik: (adalah) keluar dari kerangka syariat, hal itu sebagaimana ada perkataan : kurma basah (matang), jika keluar dari kulitnya (ini merupakan perkataan Al-Fara. Lihat Tafsir Al-Razy 2/147), dan (fasik) itu lebih umum daripada kafir. Fasik itu terjadi baik oleh dosa kecil maupun dosa besar, akan tetapi (lebih) dipahami dengan apa yang disebabkan oleh (dosa) yang besar.

Kebanyakan yang mengatakan “orang fasik” (adalah) bagi orang yang telah berkomitmen menjaga syariat dan mengakui (tunduk) kepadanya, kemudian melanggar akan hukum-hukum (tersebut) baik seluruhnya ataupun sebagiannya. Jika dikatakan bagi orang kafir asli: “orang fasik”, karena bahwasannya dia melanggar atas hukum yang akal (memang) memahaminya dan fitrah (pun) membutuhkannya.

Allah swt berfirman: “Maka ia (iblis) mendurhakai perintah Tuhannya” (Al-Kahfi: 50), “tetapi mereka melakukan kedurhakaan di negeri itu” (Al-Isra: 16), “dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (Ali-Imran: 110), “dan mereka itulah orang-orang yang fasik” (Al-Nur: 4), “Maka apakah orang yang beriman (sama) seperti orang yang fasik (kafir)?” (Al-Sajdah: 18), “dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (Al-Nur: 55), “yaitu orang yang menutupi nikmat Allah maka (dia) telah keluar dari ketaatan kepada Allah, “dan adapun orang-orang yang fasik (kafir), maka tempat mereka adalah neraka” (Al-Sajdah: 20), “dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, mereka akan ditimpa siksa disebabkan mereka selalu berbuat fasik” (Al-An’am: 49), “Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (Al-Maidah: 108), “sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik” (Al-Taubah: 67), “demikianlah telah tetap hukuman Tuhanmu terhadap orang-orang yang fasik” (Yunus: 33), “maka apakah orang yang beriman (sama) seperti orang yang fasik (kafir)?” (Al-Sajdah: 18), maka apakah diterima iman disertai dengan hal itu.

fasik itu lebih umum dari kafir, dan zhalim itu lebih umum dari kafir “dan orang-orang yang menuduh wanita –wanita yang baik-baik (berbuat zina)” sampai ucapan: “dan mereka itulah orang-orang yang fasik”. (yaitu ayat: “dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya, dan mereka itulah orang-orang yang fasik” (Al-Nur: 4).

Tikus (kecil) dinamai dengan istilah “Fuwaisiqah” lantaran senang (berada dalam lingkungan) yang kotor dan jijik. Ada yang berpendapat: Dia (fiwaisiqah) senantiasa keluar masuk rumah (dengan sering). Rasulullah saw bersabda (Bunuhlah Al-Fuwaisiqah karena dia suka merobek kantong air dan menyebabkan terbakar rumah penghuninya). Dalam Shahih Bukhari: Dari Jabir dia berkata: Rasulullah saw bersabda: tutuplah wadah-wadah, tutuplah pintu-pintu dan matikanlah lampu, sesungguhnya fuwaisiqah itu kadang-kadang menyeret kawat dan menyebabkan terbakar penghuni rumah).

Lihat: Fathul Bari 11/85 Bab: jangan meninggalkan api ketika (hendak) tidur. Ibnu Al-Araby berkata: tidak didengar istilah istilah fasik mengenai sifat manusia dalam kalam orang arab, mereka (orang arab) berkata: kurma matang yang basah kulitnya (Ibnu Araby berkata: tidak terdengar dalam kalam Jahiliyah pada syairnya. Dia berkata: ini aneh: (istilah) itu adalah kalam orang arab namun tidak didapatkan dalam syair Jahiliyah. Lihat: Al-Mjmal 3/721; Al-Samin menyalahkan (hal itu) dalam Umdatul Hufazh : (kata) Fasik, itu tidak disebutkan secara jelas dalam pekerjaan amal mereka.

Tinggalkan komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>