Memahami Sebuah Musibah

Musibah rasa-rasanya bertubi-tubi melanda negeri ini. Orang banyak bertanya-tanya apakah musibah ini peringatan, azab, atau ujian?

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan di atas, simaklah pembahasan di bawah ini :

(Imam Bukhori Berkata): Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Utsman ia berkata: Abdullah telah memberitahukan kepada kami, (ia berkata) telah memberitahukan kepada kami Yunus dari Az Zuhri, (ia, Az Zuhri berkata) telah memberitahukan kepadaku Hamzah bin Abdullah bin Umar sesungguhnya ia mendengar Ibnu Umar r.a. berkata: Telah bersabda Rasulullah saw., “Apabila Alloh menurunkan siksa pada suatu kaum, azab akan menimpa orang-orang yang ada di sekitar kaum tersebut kemudian mereka akan dihisab sesuai dengan amal masing-masing.

Takhrij
Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Bukhori dengan no. hadits 6575 yang disimpan pada “Kitab Al-Fitan, bab Ketika Alloh mengirim azab pada suatu kaum”. Imam Muslim menempatkan hadits ini pada “Kitab surga dan sifat nikmat dan para penghuninya, bab perintah untuk baik sangka terhadap Alloh ketika mati”. Imam Ahmad meriwayatkan hadits ini dengan no. 4743, 5624, 5930. Begitu juga imam-imam yang lagi turut meriwayatkan hadits ini seperti Al-Hakim dan Ibnu Hibban dengan lafal akhir bukan dengan lafal “A’mal” tetapi dengan lafal “niyat”.

Syarah
قوله إذا انزل الله بقوم عذابا

Perkataan : Apabila Alloh menurunkan siksa pada suatu kaum yaitu siksaan akibat perbuatan jahat mereka.

قوله أصاب العذاب من كان فيهم

Perkataan : Azab akan menimpa orang-orang yang ada di sekitar kaum tersebut ialah orang-orang yang tidak sepandangan dengan mereka, yaitu baik perbuatan maupun perkataan tetapi terkena juga imbasnya.

قوله ثم بعثوا على أعمالهم

Perkataan : kemudian mereka akan dihisab sesuai dengan amal masing-masing, Yaitu masing-masing dari mereka akan dihisab menurut amal masing-masing, jika ia saleh maka akibatnya akan baik begitu juga sebaliknya. Maka azab tersebut bagi orang-orang saleh menjadi pembersih dan bagi orang-orang yang fasik menjadi siksa.

Mengapa orang-orang yang saleh terkena dampak azab:
Imam Baehaqy meriwayatkan : … Rasulullah saw. Bersabda, “Apabila kejahatan telah nampak di muka bumi maka Alloh akan menurunkan siksanya kepada mereka”. Ditanyakan, Wahai Rasulullah! Padalah di kalangan mereka ada ahli ibadah? Rasul menjawab: “Benar, kemudian mereka dibangkitkan menuju rahmat Alloh.

Kata Ibnu Batthol: Keterangan di atas menjelaskan hadits yang diriwayatkan oleh Zainab binti Jahsy ketika ia bertanya: “Apakah kita akan celaka sedangkan di antara kita ada orang-orang yang saleh? “Ya”, jawab Rasul, apabila kejahatan sudah mendominasi maka celakalah semua manusia yaitu ketika kemungkaran telah nampak dan maksiat dilakukan dengan terang-terangan. Ibnu Hajar mengatakan: Keterangan ini dikuatkan pula oleh hadits yang bersumber dari Abu Bakar Shidiq bahwa ia telah mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya orang-orang apabila melihat kemungkaran kemudian mereka tidak merubahnya maka Alloh akan meratakan azabnya (HR. Arba’ah dan disahihkan oleh Ibn Hibban).

Berikut Hadits-hadits yang menerangkan tentang macam dan sebab-sebab spesifik terjadinya Musibah :

وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : سَيَكُوْنُ فِي هذِهِ الْأُمَّةِ خَسَفٌ وَمَسْخٌ وَرَجْفٌ وَقذْفٌ
رواه أبو يعلى والبزار وفيه مبارك بن سحيم وهو متروك

Dari Anas ra. Ia berkata: telah bersabda Rasulullah saw., “Akan terjadi menimpa umat ini yaitu : tenggelam ditelan bumi, dirubah rupa, gempa, dan dilemparkan. (Musnad Abu Ya’la: VII: 36, Majma’uz zawaid: VIII: 20, di dalamnya ada rawi bernama Mubarak bin Sahim, dia adalah rawi matruk).

وعن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال :والذي بعثني بالحق لا تنقضي الدنيا حتى يقع بهم الخسف والقذف والمسخ قالوا : ومتى ذاك يا رسول الله ؟ قال : ” إذا رأيت النساء ركبن السروج وكثرت القينات وفشت شهادة الزور واستغنى الرجال بالرجال والنساء بالنساء “رواه البزار والطبراني في الأوسط وفيه سليمان بن داود اليمامي وهو متروك (مجمع الزوائد : جزء 8 – صفحة 20 و 12588)

Dari Abu Hurairah dari Nabi saw. Beliau bersabda: Demi yang telah mengutusku dengan haq, dunia tidak akan berakhir kecuali akan terjadi pada penghuninya tenggelam ditelan bumi, terlempar, dan dirubah wujud. Para Sahabat bertanya, kapan itu terjadi wahai Rasulullah? Rasul menjawab: “Apa bila engkau melihat para wanita menunggang kuda, banyak penyanyi-penyanyi wanita (pengumbar aurat), merajalelanya saksi palsu, dan homoseks dan lesbian dianggap legal. (HR. Al Bazaar dan Thabrany, di dalamnya ada rawi bernawa Sulaiman bin Dawud Al Yamamy seorang rawi matruk (ditinggalkan) (Majma’uz Zawaaid:VIII: 20, no. 12588).

إذا ظهرت الفاحشة كانت الرجفة وإذا جار الحكام قل المطر وإذا غدر بأهل الذمة ظهر العدو [ كنز العمال جزء 11 - صفحة 177, 30865]

Apabila keruksakan moral telah nampak maka gempa akan terjadi, apabila para hakim sudah menyimpang maka hujan akan jarang dan apabila terjadi sewenang-wenang terhadap kafir dzimmi maka akan muncul bermusuhan (Kanzul ‘Umal: XI, 177, no. 30865).

لا بد من خسف ومسخ ورجف قالوا : يا رسول الله في هذه الأمة ؟ قال : نعم إذا اتخذوا القيان واستحلوا الزنا وأكلوا الربا واستحلوا الصيد في الحرم ولبسوا الحرير واكتفى الرجال بالرجال والنساء بالنساء ( كنز العمال جزء 14 – صفحة 345, 38731 )

(Dari Ibnu Umar): Tenggalam, berubah wujud dan gempa pasti terjadi. Para Sahabat bertanya, “Ya Rasulalloh, akankah terjadi pada umat ini? Rasul menjawab: “ya”, apabila mereka menjadikan perempuan menjadi budak (nafsu), menghalalkan jina, memakan riba, menghalalkan berburu pada bulan haram, memakai sutra, laki-laki merasa cukup dengan laki-laki (homoseks) serta perempuan merasa cukup dilayani perempuan (lesbian).

Dalam riwayat lain juga disebutkan : Alloh akan menguji umat-umat di akhir zaman dengan gempa. Jika mereka tobat maka Alloh akan menerima tobat mereka (dan menghentikan gempa tersebut) tetapi jika mereka mengulangi maka gempa akan terjadi lagi, ditambah pelemparan, ditenggelamkan, dan petir. Juga Alloh tidak akan mengazab suatu kaum sehingga terjadi pengkhianatan yaitu mereka mengetahui bahwa suatu perbuatan itu dosa tetapi mereka tidak bertobat darinya. Orang-orang yang berbuat baik dan jahat sepakat untuk tidak saling mengganggu… (Kanzul ‘Umal: XI, 273, no. 31148).

Berdasarakan penjelasan di atas, suatu musibah yang menimpa umat manusia akan merupakan suatu azab apabila di kalangan umat tersebut kemaksiatan telah merajalela dan mendominasi sehingga menjadi “dosa kolektif” sekalipun bagi mereka yang tidak terlibat langsung dikarenakan mereka telah bersikap lemah terhadap kemungkaran yang terjadi di hadapan mata mereka.

1 tanggapan untuk artikel “Memahami Sebuah Musibah

Tinggalkan komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>