Kurikulum

A. KURIKULUM MA.AL-HUDA PAMEUGPEUK

Sejak awal pendirian MA AL HUDA PAMEUNGPEUK selalu berusaha untuk respek terhadap perkembangan sain dan teknologi. Berbagai Peraturan dan ketentuan Pemerintah menjadi acuan pokok dalam mengembangkan pendidikan dan pembelajaran pada MA AL HUDA PAMEUNGPEUK.

Pemberlakuan kurikulum tahun 2006 sebagai penyempurnaan dari Kurikulum Tahun 2004 mengisyaratkan perlunya pengembangan kurikulum yang mengacu kepada potensi sekolah dan daerah tempat / lokasi sekolah. Mengembangkan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) merupakan ketentuan pemerintah yang perlu disikapi dengan bijaksana.

Beberapa alasan MA AL HUDA PAMEUNGPEUK mengembangkan KTSP yaitu:

  1. Penyusunan KTSP merupakan momen yang paling tepat dalam rangka menunjukkan potensi yang dimiliki MA AL HUDA PAMEUNGPEUK sehingga menjadi daya tarik kepada masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke MA AL HUDA PAMEUNGPEUK.
  2. Penyusunan KTSP menjadi acuan pokok bagi Yayasan Al Huda untuk lebih meningkatkan partisipasinya membangun bangsa melalui pemberdayaan potensi yang dimiliki oleh staf pengajar, tata Usaha maupun peserta didiknya.
  3. Penyusunan KTSP menjadi motivasi yang tinggi bagi sekolah untuk lebih berprestasi dan memenangkan persaingan sehat dengan sekolah lain
  4. Penyusunan KTSP menjadi motivasi tinggi bagi guru dalam berkreasi dan berapresiasi mengembangkan potensi peserta didiknya, sehingga mampu membawa peserta didik ke arah perkembangan optimal.
  5. Penyusunan KTSP menjadi acuan pokok dalam mengembangkan pendidikan sesuai dengan minat, bakat dan potensi yang dimiliki peserta didik, sehingga mereka enjoy dengan aktivitas pembelajaran yang diikutinya.
  6. Penyusunan KTSP menjadi pedoman dalam mengevaluasi kinerja semua komponen sekolah dalam mewujudkan sekolah sebagai Wiyata Mandala.

 

B. LANDASAN

Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) ini dilaksanakan dengan landasan yuridis sebagai berikut

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.Pasal 38 ayat 2 “Kurikulum pendidikan dasar dan menengah dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite madrasah/sekolah di bawah  koordinasi dan supervise dinas pendidikan atau kantor Departemen Agama Kabupaten/kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah”.Pasal 51 ayat 1 “Pengelolan satuan pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah dilaksanakan berdasarkan standar pelayanan minimal dengan prinsip manajemen berbasis sekolah/madrasah”.
  2. Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional PendidikanPasal 17 ayat 2 “Sekolah dan komite sekolah atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan, di bawah supervisi dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab di bidang pendidikan untuk SD, SMP, SMA dan SMK, dan departemen yang menangani urusan pemerintah di bidang Agama untuk MI, MTs, MA dan MAK”.
  3. Pasal 49 Ayat 1 “Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas”
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi

 

C. MUATAN LOKAL

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. Muatan lokal merupakan mata pelajaran, sehingga satuan pendidikan harus mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. Ini berarti bahwa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan lokal.

Namun dikarenakan berbagai pertimbangan, diantaranya  : perbedaan minat, dan bakat serta potensi yang dimiliki yayasan, maka muatan lokal yang akan dikembangkan pada MA AL HUDA PAMEUNGPEUK, meliputi  :

  1. Muatan Lokal Bahasa Sunda
    Lulusan MA AL HUDA PAMEUNGPEUK diharapkan mampu berdakwah di tengah- tengah masyarakat. Oleh karena, masyarakat yang dihadapi berlatar belakang Sunda dan berkomunikasi dengan bahasa Sunda pula, maka kemampuan berkomunikasi dengan bahasa Sunda merupakan kompetensi yang harus dimilikinya. Atas dasar itulah, Bahasa Sunda dijadikan salah satu pelajaran Muatan Lokal.Selain itu, guru yang berlatar belakang pendidikan Bahasa Sunda telah ada pada sekolah kami, maka muatan lokal Bahasa Sunda sangat tepat untuk dilaksanakan di MA AL HUDA PAMEUNGPEUK.
  2. Bahasa Arab dan Inggris
    Lulusan MA AL HUDA PAMEUNGPEUK diharapkan mampu berdakwah di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, mereka harus mampu menguasai materi dakwah yang perlu disampaikan. Di antara materi yang harus dikuasasinya adalah Bahasa Arab, yang penekanannya pada penguasaan tata-bahasa, Nahwu dan Shorof, di samping percakapan bahasa Arab dan Inggris. Karena dengan penguasaan tata bahasa ini, diharapkan menjadi pembuka untuk ilmu-ilmu yang lainnya.
  3. Tahfidz dan Tahsin
    Siswa MA Al Huda Pameungpeuk dituntut untuk aktif di masyarakat, terutama pada remaja masjid dan qoyyim masjid. Untuk itu mereka tidak dipersiapkan jadi makmum, namun dipersiapkan untuk menjadi imam. Oleh sebab itu, mereka dituntut untuk hafal surat-surat Al Qur’an, minimal satu juz, juz amma. Dengan demikian kompetensi lulusan MA Al Huda untuk seluruh jurusan mereka harus hapal satu juz.
  4. Ilmu Keguruan
    Sebagai pengembangan life skill yang dipilih di lingkungan MA Al Huda Pameungpeuk adalah ilmu keguruan. Sesuai dengan misi dari pendidikan di lingkungan Yayasan Al Huda, bahwa lulusan  MA Al Huda Pameungpeuk harus aktif di masyarakat di antaranya di masjid atau di madrasah-madrasah selaku pengajar sebagai perwujudan pengabdian terhadap masyarakat. Agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik maka perlu dibekali dengan ilmu kependidikan.
  5. Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)
    MA. Al-Huda Pameungpeuk membekali para siswanya dengan life skill  yang berhubungan dengan lingkungan hidup agar para lulusannya mempunyai bekal keilmuan yang langsung bisa diterapkan dalam lingkungan kehidupan yang nyata.
  6. Ulumul Quran dan Ulumul Hadits
    Lulusan MA Al-Huda Pameungpeuk diharapkan mampu berdakwah di tengah- tengah masyarakat. Oleh karena itu, mereka harus mampu menguasai materi dakwah yang perlu disampaikan. Di antara materi yang harus dikuasainya adalah hafalan hadits-hadits, Musthalah Hadits.

 

D. PENGEMBANGAN DIRI

Pengembangan diri adalah kegiatan yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan/atau dibimbing  oleh guru,  atau  tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dapat dilakukan antara lain melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik serta kegiatan kepramukaan, kepemimpinan, dan kelompok ilmiah remaja.

Atas dasar hal tersebut, maka Pengembangan diri yang akan dilaksanakan pada MA AL HUDA PAMEUNGPEUK

1. Pemberdayaan Ekstrakurikuler

Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler dengan manajemen yang baik diharapkan menjadi kegiatan yang efektif dan produktif dalam mengembangan potensi yang dimiliki oleh peserta didik pada MA AL HUDA PAMEUNGPEUK Al Huda. Dengan memperhatikan keragaman aspirasi, minat dan bakat yang dimiliki oleh peserta didik maka kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan bervariasi dan efektif dalam mencapai tujuan pengembanganm diri peserta didik.

Untuk terwujudnya tujuan tersebut, maka seluruh kegiatan ekstrakurikuler berada dalam satu paket yang terencana, terarah dan terukur.

Pengorganisasian  kegiatan dilaksanakan oleh PKS kesiswaan dengan mewajibkan setiap siswa untuk mengikuti ekstrakurikuler  wajib, yakni : Kegiatan Teknologi Komputer. Sedangkan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dipilih diantaranya :

  1. Kegiatan OSIS
  2. Kegiatan PMR/ALFA
  3. Kegiatan Paskibra
  4. Al-Huda Art Worker (Kesenian)
  5. Kegiatan Aktivis Dakwah Sekolah
  6. Mikda / Pers Sekolah
  7. Pramuka/Kepanduan
  8. English Club
  9. Al-Huda Sport
  10. Tata Busana/Menjahit

Evaluasi terhadap aktivitas ekstrakurikuler dilakukan melalui observasi Langsung oleh Pembina ekstrakurikuler dengan memantau kesungguhan mengikuti kegiatan dan kompetensi yang dikuasainya. Kemudian secara periodik, Pembina ekstrakurikuler melaporkan hasil pembinaanya kepada PKS kesiswaan.

2.  Penyelenggaraan Bimbingan Konseling

Pengembangan diri di MA AL HUDA PAMEUNGPEUK dilaksanakan melalui  Penyelenggaraan Bimbingan Konseling. Guru BP dengan latar belakang pendidikan dari jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dimungkinkan untuk menyelenggarakan Bimbingan Konseling sesuai dengan konsep-konsep dan norma-norma Bimbingan Dengan demikian, penyelenggaraannya akan membantu peserta didik untuk memahami dirinya, mengarahkan diri, mengembangkan diri sehingga mereka mencapai perkembangan yang optimal.

Penyelenggaran Bimbingan Konseling dengan program yang realitas dan menyentuh kebutuhan peserta didik akan dirasakan manfaatnya oleh peserta didik, yang pada gilirannya akan membantu guru dalam melaksanakan tugasnya dan membantu peserta didik dalam menguasai kompetensi yang telah ditetapkan oleh masing-masing pelajaran dalam muatan kurikulum MA AL HUDA PAMEUNGPEUK .

 

E.  PENGATURAN BEBAN BELAJAR

  1. Beban belajar pada MA AL HUDA PAMEUNGPEUK menggunakan sistem Paket.
  2. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada sistem paket ini dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan  alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap.
  3. Jumlah jam keseluruhan per minggu adalah 52 jam pelajaran. Dengan demikian, jumlah jam per hari adalah  9 jam pelajaran, kecuali hari jum’at, hanya 8 jam pelajaran.
  4. Lama pembelajaran Setiap satu jam pelajaran terdiri dari 40 menit. Dengan demikian, Kegiatan pembelajaran pada MA AL HUDA PAMEUNGPEUK dituangkan dalam Jadwal Pelajaran dengan mengacu kepada ketentuan pengaturan waktu KBM sebagai berikut :
    • Masuk sekolah jam  06.30
    • Jam 06.30 -  06.45  tadarrus Al-Qur’an
    • Jam 06.45 – 10.00 lima jam pertama sebelum istirahat
    • Jam 10.00 -  10.20  isirahat
    • Jam 10.20 -  13.00  KBM setelah istirahat
    • Ekstrakurikuler dilaksanakan setelah KBM selesai
  5. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur dalam sistem paket untuk MA AL HUDA PAMEUNGPEUK sebanyak 0% -  60% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. Pemanfaatan alokasi waktu tersebut mempertimbangkan potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.