Tip Menulis Artikel yang Elegan

Didedikasikan khusus buat member Madrasah Aliyah Al Huda.

Salah satu sahabat ketika dulu bekerja di salah satu perusahaan DC Power Telecommunication, memiliki keahlian mengukir di kayu (sebut saja “Mas Fajar”, nama samaran). Beliau selalu belajar dari berbagai sumber ternasuk dari buku panduan mengenai seni ukir dan dari para pengukir senior. Di samping itu koreksi dari para konsumen selalu menjadi pangkal perbaikan untuk pembuatan karya ukir berikutnya. Alhasil karya seni yang beliau buat makin sempurna dan tak heran rasanya banyak konsumen yang sangat puas memiliki souvenir unik yang beliau buat, bahkan tidak jarang para konsumen datang kembali untuk memesan ukiran kayu yang menjadi ciri khas sahabat saya tersebut.

Suatu hari saat berlibur, tidak sengaja kami melihat seorang ahli ukir batu. Mas Fajar langsung menghampirinya untuk sekedar mencari ide untuk diterapkan pada ukiran kayu. Saat itu saya sempat menyarankan beliau agar membuat ukiran dari batu, jadi mempunyai dua komoditi seni yang berbeda, siapa tahu nantinya bisa menambah keuntungan. Mendengar saran saya tersebut, Mas Fajar hanya tersenyum dan hanya menjawab:

“Saya memang ahli ukir tetapi bukan ahli ukir batu, untuk membuat ukiran pada batu membutuhkan keahlian khusus. Media, metode dan alat yang digunakan pun sangat berbeda. Kalau hal ini saya lakunan, saya membutuhkan banyak waktu untuk belajar dan berlatih bahkan tidak mustahil ukiran kayu yang saya buat tidak akan unik lagi di mata konsumen karena sedikit dipengaruhi karya ukir batu”

Keahlian Mas Fajar yang mulanya sekedar hobi, kini menjadi profesi unik yang cukup menguntungkan

Lalu apa korelasinya dengan posting?
Blog (Weblog) kini menjadi salah satu media untuk mengekpresikan diri melalui konten yang diposting. Konten tersebut dapat berupa foto, software, tulisan, lirik lagu, e-book, video dan informasi lain sebagai konsumsi publik di seluruh dunia, kecuali disetting khusus sebagai konten private.

Posting yang EleganAgar konten yang diposting tersebut disukai pembaca (visitor), tentu saja isinya harus dapat memenuhi keinginan pembaca secara umum karena basic pendidikan, daerah, karakter, usia, budaya setiap pembaca berbeda dan kita  tidak tahu siapa dan dari mana pengunjung blog berasal.

Berdasarkan alasan tersebut, tentu saja kita harus berusaha extra keras memenuhi kenginan para pengunjung agar artikel yang kita tulis dapat tersampaikan ke semua kalangan atau kalangan khusus yang kita tuju. Sulit? Tentu saja tidak, walaupun tidak semudah chatting di Facebook tetapi mencoba membuat posting yang elegan tidak sesulit membuat pesawat terbang :)

Ok, langsung saja ke Tee…Kaa…Pee…!

Bagaimana caranya?
Survey dengan cara blogwalking, googling, dan surfing adalah salah satu metode ampuh untuk mengenal karakter pengunjung sebuah blog. Itu satu, kedua belajar dari sumber-sumber yang relevan seperti Mas Fajar tadi akan menjadikan tulisan kita menjadi lebih sempurna dan elegan. Jadikan blog lain sebagai sumber pembelajaran.

Apakah itu semua penting?
Pertanyaan ini pernah saya dengar dari seorang guru Bahasa Indonesia yang sudah terbiasa menulis makalah karena merasa dirinya sudah cukup ahli dalam menulis. Beliau pun katanya sudah mempunyai blog personal dengan banyak artikel yang sudah diposting. Setelah saya coba cek, memang benar lebih dari 100 tulisan sudah dipublikasikan tetapi sayangnya setelah saya periksa dengan cukup seksama melalui Website Tool, ternyata pengunjungnya sangat sedikit dan tidak sebanding dengan banyaknya tulisan yang diposting.

Penting tidaknya metode ini tergantung siapa yang menilai dan dari sudut mana ia memberikan penilaian tetapi dalam sebuah blog setiap orang memiliki hak penuh untuk berekpresi bahkan tanpa memperdulikan pengunjung yang sudi membaca artikel yang ditulis. Yang jelas, toh tidak ada ruginya kalau kita belajar untuk membuat posting yang elegan untuk reputasi kita di masa depan.  :) Benar gak ?

Perlu digaris bawahi, cara penulisan pada  sebuah buku, skripsi, dan karya ilmiah adalah berbeda dengan penulisan artikel pada sebuah blog karena media dan target pembacanya pun berbeda. Tepat sekali kiranya analogi seorang ahli ukir kayu yang harus belajar lagi jika ingin menjadi ahli ukir batu. Disamping itu saingan penulis artikel di dunia maya jauh lebih banyak sehingga memerlukan metode khusus agar tulisan-tulisan yang diposting diminati pembaca. Siapa tahu dari hobi menulis ini menjadi profesi yang dapat menguntungkan seperti Mas Fajar (ahli ukir kayu).

Cara menulis artikel
Di bawah ini adalah beberapa teknik menulis artikel pada sebuah blog agar sedikit terlihat professional. Semua metode ini saya ambil dari berbagai referensi online ditambah sedikit pengalaman saya. (cmiiw)

  1. Buatlah tulisan sesingkat mungkin untuk menghindari pengunjung merasa bosan dan jenuh saat membaca, 300 – 600 kata sudah cukup (kecuali pembahasan seputar tutorial). Jika tulisan diprediksikan akan sangat panjang, maka buatlah beberapa posting yang berbeda misalnya Part. I, Part. II, Bagian I, Bagian II, dan seterusnya.
  2. Gunakan tata bahasa Indonesia yang sesuai dengan EYD di antaranya:
    • Penggunaan huruf kapital di awal paragraph, setelah titik (.), setelah bullet dan numbering, nama orang, hari, tempat, dan sebagainya.
    • Penggunaan spasi setelah tanda baca (titik, koma, tanda seru, tanda tanya, dll).
    • Tidak menggunakan teknik penulisan paragraph baru dengan menjorok ke dalam tetapi gunakan spasi untuk setiap paragraph baru.
  3. Penulisan artikel dengan rata kiri (align-left) lebih professional dari pada rata kiri- kanan (align-justify) terutama pada kolom yang kecil (lihat blog problogger.net karya Darren Rowse).
  4. Sebaiknya tidak menulis kalimat dengan huruf tebal (bold) yang terlalu banyak dalam satu paragraph. Gunakan huruf emphasis (em) untuk kata, phrase, atau kalimat yang diberi penekanan khusus, bukan dengan bold atau italic.
  5. Jangan menulis judul di dalam posting sehingga nantinya penulisan judul akan terlihat dua kali saat dipublikasikan.
  6. Sebaiknya tidak menulis ‘PENDAHULUAN’, ‘BAB I’, ‘BAB II’, ‘DAFTAR ISI’, ‘DAFTAR PUSTAKA’, ‘KESIMPULAN’, dan sejenisnya di dalam sebuah posting blog karena akan membuat pengunjung malas untuk membaca apalagi disajikan dalam posting yang panjang. Jika memang hal itu diperlukan, buatlah e-book untuk artikel tersebut.
  7. Tulislah dengan singkat tag (pada WordPress) dan label (pada Blogspot) yang sesuai dengan isi tulisan, jangan telalu panjang, dan jangan terlalu banyak (maksimal 5 tag singkat).
  8. Pilih kategori yang benar-benar sesuai dengan isi artikel.
  9. Usahakan tidak menulis judul atau sub judul dengan huruf kapital semua.
  10. Tulis sumber artikel jika tulisan tersebut dikutip dari sumber lain tetapi jangan terlalu banyak link ke luar.
  11. Sisipkan gambar yang relevan walaupun hanya sebagai dekorasi (optional). Usahakan kapasitas file gambar tidak terlalu besar agar tidak memberatkan saat loading.
  12. Edit dan periksa kembali semua tulisan sebelum dipublikasikan/ diterbitkan. (penting!)

Sebaik apapun ide dan pemikiran kita,  jika ditulis dengan cara yang kurang tepat, tidak akan mendatangkan hasil yang baik, atau dengan kata lain target tulisan tidak akan tersampaikan kepada pembaca dengan maksimal.

——————————————

Penjelasan berupa gambar mengenai kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan saat menulis artikel pada blog dapat di-download di sini.

Mohon koreksi semua, semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>