Dentang Lonceng Sekolah

oleh -63 Dilihat
oleh
banner 468x60

Allah ﷻ berfirman :

فَاِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْۚ فَاِذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتً

banner 336x280

Artinya : Apabila kamu telah menyelesaikan salat, berzikirlah kepada Allah (mengingat dan menyebut-Nya), baik ketika kamu berdiri, duduk, maupun berbaring. Apabila kamu telah merasa aman, laksanakanlah salat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya salat itu merupakan kewajiban yang waktunya telah ditentukan atas orang-orang mukmin. (QS. An-Nisa: 103)

Ayat ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan disiplin waktu sejak awal. Shalat lima waktu adalah contoh nyata bagaimana seorang Muslim dilatih untuk taat pada jadwal, konsisten, dan bertanggung jawab.

Lonceng sekolah berdentang adalah dentang bel untuk mengatur ketertiban waktu, mematuhi jadwal masuk dan keluar, pergantian pelajaran dan istirahat. Dentangan lonceng ini bertujuan membentuk kedisiplinan mandiri bagi para siswa dan para guru, menciptakan suasana belajar yang tertib, serta memastikan efisiensi waktu tanpa pengawasan konstan.

Hadits Nabi ﷺ :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ رواه مسلم

Artinya : Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi ﷺ bersabda:” Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu agama, niscaya Allah Ta’ala akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim no.2699, At-Tirmidzi no.2646, dan Imam Ahmad no.8316)

Dipesantren, setiap dentangan lonceng punya makna yang berbeda tergantung waktunya. Dentangan pagi sebelum subuh berarti waktunya bangun dan bersiap ke masjid. Dentangan lonceng di siang hari menandakan pergantian pelajaran.

Dentangan lonceng sore, berarti kegiatan belajar formal selesai dan waktu olahraga dimulai. Lonceng malam menandakan jam belajar mandiri dimulai. Dan lonceng terakhir di malam hari berarti semua kegiatan selesai dan waktunya tidur.

Rasulullah ﷺ bersabda :

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ

Artinya : “Sesungguhnya Allah mencintai jika seseorang melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (sungguh-sungguh dan profesional).” (HR. Thabrani)

Disiplin bukan hanya sekedar meraih prestasi tinggi, tetapi untuk membentuk karakter yang kuat, jujur, dan bertanggung jawab. Santri yang berdisiplin akan lebih siap menghadapi dunia kerja, menjadi pemimpin yang amanah, dan menjadi lampu penerang di masyarakat.

Ketahuilah, Allah ﷻ memuliakan orang berilmu dengan mengangkat derajat mereka beberapa tingkat lebih tinggi daripada yang tidak berilmu, khususnya mereka yang beriman.

Firman Allah ﷻ :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Mujadilah: 11)

Bagi pelajar, santri, guru, praktisi atau pribadi setiap Muslim, disiplin adalah kunci keberhasilan dunia dan akhirat. Bentuk disiplin yang harus dijaga bagi setiap pribadi diantaranya :

(Satu) disiplin waktu: yakni datang tepat waktu, mengatur jadwal belajar, dan tidak menunda-nunda tugas. (Dua) disiplin ibadah: yakni menjaga shalat lima waktu, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak dzikir di sela-sela kesibukan.

(Tiga) disiplin moral: yakni menjaga adab terhadap jamaah, teman, dan lingkungan kampus atau kerja. (Empat) disiplin belajar: menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh, tanpa melihat usia, membaca berbagai disiplin ilmu khususnya ke Islaman.

(Empat) disiplin mengemban amanah: yakni menepati janji, menyelesaikan tugas dengan baik. (Lima) disiplin dalam akhlak: yakni menjaga lisan, sikap, dan perilaku sesuai tuntunan Islam

Sesungguhnya dalam Islam, menuntut ilmu bukan sekadar kewajiban santri, pelajar, pendidik, praktisi, atau pribadi yang berusia muda, dewasa ataupun tua. Melainkan ia adalah ibadah yang mulia dan jalan menuju kemuliaan dunia dan akhirat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya : “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah, no. 224)

Dentangan lonceng sekolah itu hanya sekelebat waktu yang telah berlalu, namun bagi pencinta ilmu dan kedisiplan, ia terus hadir untuk mengingatkan diri agar tak lalai dari silaunya dunia.

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.