Apa Psiko-Didaktik dan Apa yang ia inginkan?

oleh -46 Dilihat
oleh
banner 468x60

Istilah “psiko-didaktik” adalah istilah yang muncul tahun 1950an pertama kali dikembangkan oleh Hans Aebli, seorang pendidik, ahli teori, dan peneliti berkebangsaan Swiss yang berfokus pada psikologi perkembangan.

Menurut Joachim Lompscher, pendekatan dengan istilah Didaktik Psikologis memiliki spesifiknya sendiri, yaitu bahwa pembelajaran dieksplorasi secara eksplisit dari sudut pandang psikologis. Ini berarti pengetahuan psikologi, istilah, dan metode membentuk alat untuk menganalisis dan merancang pembelajaran. Implikasi didaktis dan rekomendasi atau intervensi lainnya ditarik dan dijustifikasi dari pengetahuan psikologis tersebut.

banner 336x280

Pendekatan psiko-didaktik untuk pendidikan didasarkan pada gagasan kombinasi dan  integrasi metode psikologis, serta prinsip-prinsip didaktik dan pengetahuan metodologis. Pendekatan psiko-didaktik dapat digambarkan sebagai proses menggunakan metode psikologis dalam didaktik subjek tertentu untuk mendukung  pertumbuhan  pribadi seorang siswa.  Secara sederhana Pendekatan  psiko-didaktik adalah visi inovatif dan interdisipliner tentang bagaimana pendidikan dapat berhasil digabungkan dengan perkembangan psikologis seseorang.

Psiko-didaktik bisa dipahami sebagai bidang yang menggabungkan ilmu psikologi dengan ilmu pendidikan, khususnya terkait dengan proses belajar mengajar.

Tujuan dari psiko-didaktik ini untuk memahami bagaimana aspek psikologis (seperti cara berpikir, motivasi, emosi) peserta didik mempengaruhi proses belajar mengajar. Dengan pemahaman ini, diharapkan para pengajar dapat:

  • Menyesuaikan metode pengajaran dengan karakteristik psikologis peserta didik.
  • Menciptakan suasana belajar yang kondusif.
  • Memotivasi peserta didik untuk belajar.
  • Membantu peserta didik mengatasi kesulitan belajar.

Singkatnya, psiko-didaktik bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar dengan memperhatikan aspek psikologis peserta didik.

Dari sini setiap “pelanggaran” yang dilakukan oleh peserta didik, semestinya para guru melihat dulu dari aspek psikologi yang melatarbelakanginya sebelum memberikan tindakan. Ubahnya para dokter sebelum mengobati, ia mendiagnosa dulu.. jangan pasien langsung diberi tindakan….

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.